Untuk takmir dan pengelola situs

Pasang jadwal sholat di situs masjid Anda

Silakan salin kode di bawah. Widget ini menampilkan waktu masuk hari ini — sama dengan halaman kota — agar jemaah tidak perlu membuka aplikasi lain.

Sumber: Kementerian Agama RI (Kemenag RI) · iframe statis · ditinjau 2026-08-13
Jawaban singkat Ditinjau 2026-08-13

Bagaimana cara memasang jadwal sholat di situs masjid?

Salin kode iframe, ganti nama kota pada URL /embed/{slug-kota}/, lalu tempel di halaman situs masjid. Widget menampilkan waktu masuk Kemenag RI hari ini, tanpa iklan. Iqamah tetap keputusan takmir.

Bagaimana cara memasang widget ini?

Langkahnya lembut saja. Tidak perlu akun dan tidak perlu membayar. Pilih kota, salin kode, tempel di situs Anda. Jika belum terbiasa menyunting HTML, minta bantuan anak muda di remaja masjid — biasanya selesai dalam beberapa menit.

  1. Pilih kota di daftar bawah, atau ganti jakarta pada URL menjadi slug kota Anda — sama dengan alamat halaman jadwal, misalnya bandung atau kab-bogor.
  2. Salin seluruh kode iframe.
  3. Tempel di halaman situs masjid, blog, atau papan informasi digital.
  4. Biarkan tautan “Buka jadwal lengkap” tetap ada, agar jemaah bisa melihat tabel sebulan penuh.

Lebar boleh Anda atur. Tinggi 440 piksel biasanya cukup agar tabel tidak terpotong.

Kota mana yang bisa dipasang?

Semua 510 kabupaten dan kota punya halaman embed. Berikut yang paling sering diminta. Ganti nama kota pada URL jika wilayah Anda tidak ada di daftar singkat ini.

Apa yang ditampilkan — dan apa yang tidak?

Widget menampilkan Imsak, Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya untuk hari ini, lengkap dengan zona waktu. Itu waktu masuk menurut Kemenag RI. Kami tidak menuliskan jam iqamah, karena itu keputusan takmir — ada yang 5 menit setelah azan, ada yang 10, ada yang menunggu jemaah.

Halaman embed tidak diindeks mesin pencari, agar tidak bersaing dengan halaman kota. Yang boleh dikutip dan dibagikan tetap halaman lengkap, misalnya jadwal Jakarta. Widget hanyalah jendela kecil ke halaman itu.

Jika Anda ingin menempel kertas di dinding, lebih nyaman memakai panduan cetak. Widget lebih cocok untuk situs, TV informasi, atau layar di ruang tamu masjid yang terhubung internet.

Kami tidak memasang iklan di dalam bingkai, dan tidak meminta lokasi pengunjung. Semoga ini meringankan pengurus yang ingin menampilkan jadwal tanpa harus menyalin angka setiap pagi.

Mengapa memasang widget lebih aman daripada menyalin angka?

Angka yang disalin ke beranda masjid mudah tertinggal. Besok Subuh sudah bergeser satu menit, tetapi tulisan di situs masih kemarin. Widget mengikuti pembangunan ulang harian situs ini, jadi yang tampil adalah hari ini.

Menyalin dari aplikasi luar negeri juga berisiko: sudut Subuh dan Isya mereka sering berbeda dari Kemenag. Jemaah lalu membandingkan layar masjid dengan azan, lalu bertanya-tanya siapa yang “salah”. Lebih tenang jika semua merujuk parameter yang sama. Penjelasan sudutnya ada di metode perhitungan.

Jika azan masjid Anda memang sengaja ditunda beberapa menit setelah waktu masuk, tuliskan itu di papan pengumuman. Widget tidak perlu diubah. Jemaah yang sholat sendirian tetap punya patokan waktu masuk; yang berjamaah tetap mengikuti iqamah.

Pertanyaan takmir yang sering muncul

Apakah widget ini berbayar?
Tidak. Widget ini gratis, tanpa iklan, dan boleh dipasang di situs masjid, sekolah, atau blog pribadi. Mohon tetap menautkan ke halaman kota agar jemaah bisa membuka jadwal lengkap.
Dari mana sumber waktu di dalam widget?
Sama dengan halaman kota: waktu masuk menurut parameter Kementerian Agama RI, dibangun ulang setiap hari. Bukan jam iqamah masjid Anda.
Bolehkah kami mengubah tampilannya?
Anda boleh mengatur lebar iframe di situs Anda. Isi di dalam bingkai tidak kami buka untuk diubah, agar angka tetap sama dengan halaman resmi dan tidak terpotong.
Apakah widget menyimpan data pengunjung masjid?
Tidak. Halaman embed bersifat statis. Tidak ada akun, tidak ada pelacak iklan, dan lokasi pengunjung tidak diminta.
Bagaimana jika kami ingin banyak kota?
Pasang satu iframe per kota, atau tautkan ke halaman provinsi agar jemaah memilih sendiri. Jangan menyalin angka Jakarta untuk kota lain.

Baca panduan lengkap untuk takmir →