Yang bisa Anda lakukan
- Buka halaman widget dan pilih kota yang sama dengan jemaah Anda, atau ganti slug pada URL embed.
- Salin kode iframe utuh — termasuk judul dan tinggi 440 piksel agar tabel tidak terpotong.
- Tempel di situs masjid, blog, atau layar informasi. Biarkan tautan ke halaman kota tetap ada.
- Tuliskan di papan, jika perlu, bahwa iqamah masjid bisa beberapa menit setelah waktu masuk.
- Jika ingin kertas di dinding, pakai panduan cetak — widget lebih cocok untuk layar.
Mengapa takmir sebaiknya tidak menyalin angka ke situs?
Angka yang diketik di beranda masjid mudah tertinggal. Besok Subuh sudah bergeser satu menit, tetapi tulisan di situs masih kemarin. Jemaah lalu membandingkan layar dengan azan, lalu bertanya-tanya. Widget mengikuti pembangunan ulang harian situs ini, jadi yang tampil adalah hari ini.
Menyalin dari aplikasi luar negeri juga berisiko karena sudut Subuh dan Isya mereka sering berbeda dari Kemenag. Lebih tenang jika situs masjid, tabel cetak, dan halaman kota merujuk parameter yang sama. Rinciannya ada di metode perhitungan.
Apa yang ditampilkan widget — dan apa yang tidak?
Widget menampilkan Imsak, Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya untuk hari ini, lengkap dengan zona. Itu waktu masuk menurut Kemenag RI. Kami tidak menuliskan jam iqamah, karena itu keputusan takmir. Ada masjid yang 5 menit setelah azan, ada yang 10, ada yang menunggu jemaah — dan itu sah-sah saja.
Halaman embed tidak diindeks mesin pencari, agar tidak bersaing dengan halaman kota. Yang boleh dikutip tetap URL lengkap, misalnya jadwal Jakarta. Penjelasan beda azan dan tabel ada di panduan Kemenag versus azan.
Bagaimana cara mengganti kota pada kode iframe?
Slug kota sama dengan alamat halaman jadwal. Jakarta menjadi /embed/jakarta/, Bandung /embed/bandung/, Kabupaten Bogor /embed/kab-bogor/. Jika ragu, buka pencarian kota, lalu salin nama di URL setelah domain.
Jangan memasang widget Jakarta untuk musala di Makassar. Zona dan koordinatnya berbeda. Jika jemaah Anda dari banyak kota, lebih baik tautkan ke halaman provinsi atau ke pencarian.
Apakah widget menyimpan data jemaah?
Tidak. Halaman embed bersifat statis, tanpa akun dan tanpa pelacak iklan. Lokasi pengunjung tidak diminta. Ini sengaja dibuat ringan agar nyaman dipasang di situs masjid yang sederhana sekalipun.
Anda boleh mengatur lebar iframe di tema situs Anda. Isi di dalam bingkai tidak kami buka untuk diubah, agar angka tetap sama dengan halaman kota pada situs ini. Semoga ini meringankan pengurus yang tidak ingin menyalin tabel setiap pagi.
Kapan lebih baik mencetak kertas daripada memasang widget?
Cetak kertas jika masjid belum punya situs, listrik sering padam, atau jemaah lebih nyaman melihat dinding. Widget cocok untuk situs, TV informasi, atau layar yang terhubung internet. Keduanya boleh dipakai bersama: kertas untuk ruang wudu, widget untuk beranda.
Apapun yang Anda pilih, tuliskan zona waktu dan tanggal. Jemaah yang mudik lintas pulau sering tertukar WIB dan WITA. Itu bukan soal teknologi — itu soal keramahan.
Informasi ini bersifat edukasi umum, bukan fatwa resmi. Untuk keputusan ibadah spesifik, konsultasikan imam atau ulama setempat.