Metode & sumber data

Dari mana jadwal sholat ini berasal?

Penjelasan sumber, cara pemeriksaan, dan cakupan 510 kota/kabupaten di 38 provinsi.

Jawaban singkat

Bagaimana situs ini memperoleh waktu sholat?

Situs ini menampilkan jadwal dari API myQuran, yang menyebut Kementerian Agama RI sebagai sumber data. Kami tidak menghitung ulang atau menambah menit pada jadwal tersebut. Setiap jadwal ditampilkan bersama kota, tanggal, dan zona waktunya. Situs ini dikelola secara independen dan tidak mewakili Kemenag.

Pembaruan penjelasan:

Sumber dan alur data

Jadwal diambil dari API publik myQuran. Layanan tersebut menyatakan bahwa data jadwal sholatnya bersumber dari Bimas Islam Kementerian Agama RI. Pengambilan melalui layanan pihak ketiga berbeda dengan sambungan langsung ke sistem kementerian. Karena itu, kami mencantumkan kedua pihak agar asal data mudah diperiksa.

Identitas kota di katalog dihubungkan ke ID kota pada sumber. Untuk satu kota dan bulan, kami mengambil seluruh jadwal bulanan. Halaman harian memilih baris dengan tanggal yang sama persis dengan tanggal lokal kota tersebut. Halaman bulanan memuat semua hari yang tersedia pada bulan yang dipilih.

Angka jadwal tidak berasal dari lokasi GPS pengunjung. GPS hanya membantu menawarkan kota terdekat yang memiliki titik koordinat dalam katalog. Pengunjung tetap memilih wilayah yang sesuai. Wilayah kabupaten dan kota dengan nama mirip dapat memiliki jadwal berbeda.

Pemeriksaan sebelum jadwal diterbitkan

  • ID kota pada respons harus sesuai dengan kota yang diminta.
  • Jumlah hari harus sesuai dengan panjang bulan, termasuk Februari pada tahun kabisat.
  • Setiap tanggal harus berurutan, tidak ganda, dan berada dalam bulan yang diminta.
  • Format waktu harus valid dan berurutan dari Imsak hingga Isya.
  • Data yang tidak memenuhi pemeriksaan menghentikan pembangunan situs; waktu pengganti tidak dibuat sendiri.

Pemeriksaan ini menguji kelengkapan dan konsistensi data, bukan observasi matahari di setiap lokasi. Angka dari sumber tetap dapat membutuhkan koreksi. Laporkan perbedaan jadwal dengan menyertakan kota, tanggal, zona waktu, dan tautan sumber pembanding.

Arti waktu pada tabel

Waktu dan keterangan
WaktuKeterangan
SubuhFajar shadiq. Kemenag menjelaskan penggunaan kriteria matahari −20° di bawah ufuk.
TerbitMatahari terbit, yang menandai berakhirnya waktu Subuh.
DhuhaAwal waktu Dhuha sebagaimana tercantum pada data jadwal.
DzuhurMatahari telah melewati titik kulminasi.
AsharDalam kriteria Syafi’i, bayangan sepanjang benda ditambah bayangan saat tengah hari.
MaghribMatahari terbenam. Saat ini juga menjadi waktu berbuka puasa.
IsyaHilangnya syafaq atau mega merah. Kriteria astronomis yang lazim pada jadwal Indonesia adalah −18°.
ImsakPengingat sekitar 10 menit sebelum Subuh; bukan awal waktu sholat atau batas mulai puasa.

Keterangan tersebut membantu membaca jadwal; situs ini tidak menjalankan rumus hisab sendiri. Koreksi ketinggian tempat, refraksi, serta ihtiyat atau waktu pengaman ditentukan oleh pembuat jadwal. Jangan menambahkan koreksi otomatis hanya karena menemukan istilah tersebut di sini.

Tanggal, zona waktu, dan hitung mundur

WIB memakai UTC+7, WITA UTC+8, dan WIT UTC+9. Tanggal harian mengikuti zona kota yang dipilih, meskipun pengunjung berada di luar Indonesia. Jam perangkat tetap perlu benar agar hitung mundur sesuai.

Hitung mundur hanya memakai lima sholat wajib. Setelah Isya, waktu Subuh diambil dari jadwal tanggal berikutnya. Imsak, Terbit, dan Dhuha disajikan sebagai informasi tambahan. Ketika tanggal halaman sudah lewat, hitung mundur dihentikan dan muncul pengingat untuk memeriksa pembaruan.

Halaman bersifat statis dan diperbarui melalui pembangunan ulang terjadwal. Gangguan sumber data atau layanan penerbitan dapat menunda pembaruan. Selalu baca tanggal yang tertera; untuk konfirmasi langsung, gunakan jadwal shalat Bimas Islam Kemenag.

Perbedaan waktu sholat, azan, dan iqamah

Jadwal menunjukkan awal waktu sholat. Azan mengumumkan masuknya waktu, sedangkan iqamah menandai dimulainya sholat berjamaah. Situs ini tidak menyediakan jadwal iqamah setiap masjid.

Selisih waktu dapat berasal dari koordinat, tanggal, zona, metode, atau kebijakan setempat. Besarnya selisih saja tidak membuktikan sumber mana yang benar. Cocokkan informasi dasar terlebih dahulu dan konsultasikan perbedaan yang belum jelas kepada takmir atau Kemenag setempat. Untuk panduan praktis, baca jadwal, azan, dan iqamah.

Rujukan yang dapat diperiksa

Pertanyaan tentang sumber jadwal

Apakah situs ini situs resmi Kemenag?
Bukan. Jadwal Sholat Indonesia adalah situs independen. Data jadwal diperoleh melalui myQuran, layanan pihak ketiga yang menyebut Kemenag RI sebagai sumber. Untuk konfirmasi resmi, periksa Bimas Islam Kemenag.
Apakah waktu sholat dihitung ulang oleh situs ini?
Tidak. Angka Imsak, Subuh, Terbit, Dhuha, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya ditampilkan dari baris data myQuran untuk kota dan tanggal yang sesuai. Situs tidak menerapkan koreksi waktu tambahan.
Bagaimana jika jadwal berbeda dengan masjid?
Periksa tanggal, kota atau kabupaten, zona waktu, dan metode yang dipakai. Bedakan awal waktu, azan, dan iqamah. Jika selisih belum dapat dijelaskan, konfirmasikan kepada takmir, KUA, atau Kemenag setempat sebelum memakai jadwal.
Apakah Imsak menandai awal puasa?
Imsak pada jadwal adalah pengingat menjelang Subuh. Awal puasa tetap terbitnya fajar shadiq atau masuknya waktu Subuh, bukan bunyi pengingat Imsak.
Apakah tanggal Hijriah merupakan ketetapan resmi?
Tidak. Jika ditampilkan, tanggal Hijriah merupakan perkiraan kalender perangkat lunak. Penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah mengikuti keputusan pemerintah dan otoritas agama yang Anda ikuti.