Sumber dan alur data
Jadwal diambil dari API publik myQuran. Layanan tersebut menyatakan bahwa data jadwal sholatnya bersumber dari Bimas Islam Kementerian Agama RI. Pengambilan melalui layanan pihak ketiga berbeda dengan sambungan langsung ke sistem kementerian. Karena itu, kami mencantumkan kedua pihak agar asal data mudah diperiksa.
Identitas kota di katalog dihubungkan ke ID kota pada sumber. Untuk satu kota dan bulan, kami mengambil seluruh jadwal bulanan. Halaman harian memilih baris dengan tanggal yang sama persis dengan tanggal lokal kota tersebut. Halaman bulanan memuat semua hari yang tersedia pada bulan yang dipilih.
Angka jadwal tidak berasal dari lokasi GPS pengunjung. GPS hanya membantu menawarkan kota terdekat yang memiliki titik koordinat dalam katalog. Pengunjung tetap memilih wilayah yang sesuai. Wilayah kabupaten dan kota dengan nama mirip dapat memiliki jadwal berbeda.
Pemeriksaan sebelum jadwal diterbitkan
- ID kota pada respons harus sesuai dengan kota yang diminta.
- Jumlah hari harus sesuai dengan panjang bulan, termasuk Februari pada tahun kabisat.
- Setiap tanggal harus berurutan, tidak ganda, dan berada dalam bulan yang diminta.
- Format waktu harus valid dan berurutan dari Imsak hingga Isya.
- Data yang tidak memenuhi pemeriksaan menghentikan pembangunan situs; waktu pengganti tidak dibuat sendiri.
Pemeriksaan ini menguji kelengkapan dan konsistensi data, bukan observasi matahari di setiap lokasi. Angka dari sumber tetap dapat membutuhkan koreksi. Laporkan perbedaan jadwal dengan menyertakan kota, tanggal, zona waktu, dan tautan sumber pembanding.
Arti waktu pada tabel
| Waktu | Keterangan |
|---|---|
| Subuh | Fajar shadiq. Kemenag menjelaskan penggunaan kriteria matahari −20° di bawah ufuk. |
| Terbit | Matahari terbit, yang menandai berakhirnya waktu Subuh. |
| Dhuha | Awal waktu Dhuha sebagaimana tercantum pada data jadwal. |
| Dzuhur | Matahari telah melewati titik kulminasi. |
| Ashar | Dalam kriteria Syafi’i, bayangan sepanjang benda ditambah bayangan saat tengah hari. |
| Maghrib | Matahari terbenam. Saat ini juga menjadi waktu berbuka puasa. |
| Isya | Hilangnya syafaq atau mega merah. Kriteria astronomis yang lazim pada jadwal Indonesia adalah −18°. |
| Imsak | Pengingat sekitar 10 menit sebelum Subuh; bukan awal waktu sholat atau batas mulai puasa. |
Keterangan tersebut membantu membaca jadwal; situs ini tidak menjalankan rumus hisab sendiri. Koreksi ketinggian tempat, refraksi, serta ihtiyat atau waktu pengaman ditentukan oleh pembuat jadwal. Jangan menambahkan koreksi otomatis hanya karena menemukan istilah tersebut di sini.
Tanggal, zona waktu, dan hitung mundur
WIB memakai UTC+7, WITA UTC+8, dan WIT UTC+9. Tanggal harian mengikuti zona kota yang dipilih, meskipun pengunjung berada di luar Indonesia. Jam perangkat tetap perlu benar agar hitung mundur sesuai.
Hitung mundur hanya memakai lima sholat wajib. Setelah Isya, waktu Subuh diambil dari jadwal tanggal berikutnya. Imsak, Terbit, dan Dhuha disajikan sebagai informasi tambahan. Ketika tanggal halaman sudah lewat, hitung mundur dihentikan dan muncul pengingat untuk memeriksa pembaruan.
Halaman bersifat statis dan diperbarui melalui pembangunan ulang terjadwal. Gangguan sumber data atau layanan penerbitan dapat menunda pembaruan. Selalu baca tanggal yang tertera; untuk konfirmasi langsung, gunakan jadwal shalat Bimas Islam Kemenag.
Perbedaan waktu sholat, azan, dan iqamah
Jadwal menunjukkan awal waktu sholat. Azan mengumumkan masuknya waktu, sedangkan iqamah menandai dimulainya sholat berjamaah. Situs ini tidak menyediakan jadwal iqamah setiap masjid.
Selisih waktu dapat berasal dari koordinat, tanggal, zona, metode, atau kebijakan setempat. Besarnya selisih saja tidak membuktikan sumber mana yang benar. Cocokkan informasi dasar terlebih dahulu dan konsultasikan perbedaan yang belum jelas kepada takmir atau Kemenag setempat. Untuk panduan praktis, baca jadwal, azan, dan iqamah.