Untuk takmir dan pengelola situs

Pasang jadwal sholat di situs masjid Anda

Pilih kabupaten atau kota, lihat tampilannya, lalu salin kode HTML. Gratis untuk situs masjid, pesantren, sekolah, WordPress, dan Blogger.

Sumber: myQuran · rujukan Kemenag RI · lihat tanggal dalam widget · ditinjau 2026-10-06
Jawaban singkat Ditinjau 2026-10-06

Bagaimana cara memasang jadwal sholat di situs masjid?

Pilih kabupaten atau kota pada pembuat widget, periksa pratinjau, lalu tekan Salin kode HTML. Tempel kode ke bagian HTML situs masjid. Jadwal berasal dari myQuran dengan rujukan Kemenag RI, tanpa iklan. Iqamah tetap keputusan takmir.

Buat widget untuk wilayah Anda

Tidak perlu akun, kunci API, atau menulis kode sendiri. Pilihan Anda langsung memperbarui kode dan pratinjau.

Pilih wilayah dan ukuran

Nama kota dan kabupaten dibedakan. Pilih wilayah yang sesuai dengan lokasi masjid Anda.

510 wilayah tersedia.

Lebar mengikuti ruang yang tersedia. Gunakan bingkai lebih tinggi jika nama wilayah panjang atau tampilan diperbesar.

Salin dan pasang

Tempel seluruh kode ke blok HTML khusus di WordPress atau bagian HTML/JavaScript di Blogger. Platform Anda perlu mengizinkan iframe.

Periksa pratinjau

Tampilan langsung

Kota Jakarta · DKI Jakarta

Periksa nama wilayah, tanggal, dan zona waktu sebelum dipasang. Jam iqamah tetap mengikuti ketentuan masjid.

Buka pratinjau di tab baru

Kota mana yang bisa dipasang?

Tersedia untuk 510 kabupaten dan kota. Gunakan pencarian pada pembuat widget untuk wilayah lainnya, atau buka contoh berikut.

Apa yang ditampilkan — dan apa yang tidak?

Widget menampilkan Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya, serta penanda Imsak, Terbit, dan Dhuha. Tanggal dan zona waktu mengikuti wilayah yang dipilih. Imsak adalah pengingat menjelang Subuh, bukan awal puasa. Jam iqamah tetap mengikuti ketentuan takmir masjid.

Halaman embed tidak diindeks mesin pencari, agar tidak bersaing dengan halaman kota. Yang boleh dikutip dan dibagikan tetap halaman lengkap, misalnya jadwal Jakarta. Widget hanyalah jendela kecil ke halaman itu.

Jika Anda ingin menempel kertas di dinding, lebih nyaman memakai panduan cetak. Widget lebih cocok untuk situs, TV informasi, atau layar di ruang tamu masjid yang terhubung internet.

Kami tidak memasang iklan di dalam bingkai, dan tidak meminta lokasi pengunjung. Semoga ini meringankan pengurus yang ingin menampilkan jadwal tanpa harus menyalin angka setiap pagi.

Mengapa memasang widget lebih aman daripada menyalin angka?

Angka yang disalin ke beranda masjid perlu diganti setiap hari. Dengan widget, kode pemasangan tetap sama dan jadwal mengikuti pembaruan situs ini. Tetap periksa tanggal di dalam bingkai: jika pembaruan terlambat, jadwal lama tidak boleh dianggap sebagai jadwal hari ini.

Sumber yang berbeda dapat memakai parameter perhitungan berbeda. Widget menggunakan sumber yang sama dengan halaman kota melalui myQuran, dengan rujukan Kemenag RI. Penjelasan sumber, batas ketelitian, dan metode tersedia di metode perhitungan.

Jika azan masjid Anda memang sengaja ditunda beberapa menit setelah waktu masuk, tuliskan itu di papan pengumuman. Widget tidak perlu diubah. Jemaah yang sholat sendirian tetap punya patokan waktu masuk; yang berjamaah tetap mengikuti iqamah.

Pertanyaan takmir yang sering muncul

Apakah widget ini berbayar?
Tidak. Widget ini gratis, tanpa iklan, dan boleh dipasang di situs masjid, sekolah, pesantren, atau blog pribadi. Tautan jadwal lengkap sudah tersedia di dalam widget untuk membantu pengunjung.
Dari mana sumber waktu di dalam widget?
Data berasal dari API myQuran yang merujuk jadwal Kementerian Agama RI, sama dengan halaman kota. Situs menjadwalkan pembaruan harian. Periksa tanggal yang ditampilkan; waktu masuk sholat bukan jam iqamah masjid Anda.
Bagaimana cara memasang widget di WordPress atau Blogger?
Pilih kabupaten atau kota, periksa pratinjau, lalu tekan Salin kode HTML. Di WordPress, tempel kode ke blok HTML khusus. Di Blogger, gunakan gadget HTML/JavaScript. Akun atau platform Anda harus mengizinkan iframe.
Bolehkah kami mengubah tampilannya?
Anda dapat memilih lebar maksimum dan tinggi bingkai pada pembuat widget. Lebarnya menyesuaikan ruang yang tersedia di situs Anda. Periksa hasil pada ponsel dan gunakan bingkai lebih tinggi jika perlu; angka jadwal tidak perlu disalin atau diedit.
Apa yang harus dilakukan jika tanggal widget belum berganti?
Muat ulang halaman dan periksa tanggal serta zona waktunya. Jika jadwal masih menampilkan tanggal lama, gunakan jadwal terkini pada sumber Kemenag atau rujukan setempat. Jangan menganggap angka untuk tanggal sebelumnya sebagai jadwal hari ini.
Apakah widget menyimpan data pengunjung masjid?
Tidak. Halaman embed bersifat statis. Tidak ada akun, tidak ada pelacak iklan, dan lokasi pengunjung tidak diminta.
Bagaimana jika kami ingin banyak kota?
Pasang satu iframe per kota, atau tautkan ke halaman provinsi agar jemaah memilih sendiri. Jangan menyalin angka Jakarta untuk kota lain.

Baca panduan lengkap untuk takmir →