Sholat Qashar dan Jamak untuk Musafir — Panduan Lengkap

Sering perjalanan jauh? Islam memudahkan dengan bolehnya mengqashar (meringkas) dan menjamak (menggabungkan) sholat. Ini panduan lengkap syarat, cara, dan jarak yang membolehkannya.

Panduan Sholat 7 menit baca 10 Maret 2024

Salah satu kemudahan luar biasa dalam Islam adalah rukhsah (keringanan) bagi musafir — orang yang sedang dalam perjalanan jauh. Dua keringanan utama adalah sholat qashar dan sholat jamak.

Apa itu Sholat Qashar?

Qashar artinya meringkas. Sholat fardhu yang rakaaatnya 4 boleh diringkas menjadi 2 rakaat saat dalam perjalanan. Yang boleh diqashar: Dzuhur (4→2), Ashar (4→2), Isya (4→2). Subuh (2 rakaat) dan Maghrib (3 rakaat) tidak bisa diqashar.

Apa itu Sholat Jamak?

Jamak artinya menggabungkan. Dua sholat yang waktunya berdekatan boleh digabungkan menjadi satu waktu. Ada dua jenis:

  • Jamak Taqdim: menggabungkan sholat berikutnya ke waktu sholat yang lebih awal. Misalnya Ashar dikerjakan di waktu Dzuhur, atau Isya dikerjakan di waktu Maghrib.
  • Jamak Ta'khir: menunda sholat pertama ke waktu sholat berikutnya. Misalnya Dzuhur dikerjakan di waktu Ashar, atau Maghrib dikerjakan di waktu Isya.

Yang bisa dijamak: Dzuhur + Ashar, atau Maghrib + Isya. Subuh tidak bisa dijamak dengan sholat lain.

Syarat Boleh Qashar dan Jamak

  1. 1.Jarak perjalanan minimal 80–90 km (para ulama berbeda: sebagian 80 km, sebagian 88,7 km). Di Indonesia, umumnya dijadikan patokan 2 marhalah = ±80 km.
  2. 2.Perjalanan bukan untuk tujuan maksiat
  3. 3.Masih dalam kondisi musafir (belum sampai tujuan atau belum berniat mukim)
  4. 4.Untuk qashar: mengetahui hukum qashar dan berniat qashar saat takbiratul ihram
  5. 5.Untuk jamak: ada kebutuhan (tidak sekedar kemudahan tanpa sebab di tempat mukim)

Boleh Qashar dan Jamak Sekaligus?

Ya, boleh. Musafir bisa menjamak sekaligus mengqashar. Misalnya: Dzuhur dan Ashar masing-masing 2 rakaat dikerjakan berturut-turut di waktu Dzuhur (jamak taqdim + qashar). Ini adalah keringanan yang sering dilakukan para sahabat dalam perjalanan bersama Rasulullah SAW.

Sampai Kapan Boleh Qashar?

Selama masih berstatus musafir. Kalau sudah berniat mukim (tinggal) di suatu tempat selama 4 hari atau lebih (menurut mayoritas ulama Syafi'i), maka sholat harus sempurna (tidak boleh qashar lagi) selama di tempat itu.

Contoh Praktis saat Bepergian

  • Naik pesawat Jakarta–Makassar (±1500 km): boleh qashar dan jamak sepanjang perjalanan
  • Perjalanan darat Jakarta–Bandung (~150 km): boleh qashar dan jamak
  • Perjalanan dalam kota atau ke kota terdekat <80 km: tidak memenuhi syarat qashar
  • Kerja di luar kota 3 hari: boleh qashar karena belum berniat mukim 4 hari
  • Kerja di luar kota 2 minggu dan tahu akan tinggal selama itu: berniat mukim, tidak boleh qashar
Jadwal sholat di kota Anda
Waktu Subuh hingga Isya hari ini untuk ratusan kota dan kabupaten — dari data Kemenag RI.
Semoga bermanfaat! 🤲 ← Kembali ke semua artikel