Mandi wajib adalah mandi bersuci setelah hadas besar. Tanpa mandi, seseorang tidak bisa sholat atau ibadah lain yang mensyaratkan suci dari hadas besar. Orang yang bangun junub tetap boleh berpuasa; yang perlu disegerakan adalah mandi sebelum sholat Subuh. Menyentuh mushaf biasanya ditunda sampai mandi, menurut banyak ulama.

Kapan Mandi Wajib Diperlukan?

  • Setelah berhubungan suami-istri (meski tidak keluar mani)
  • Setelah keluar mani (baik sengaja maupun mimpi basah)
  • Setelah selesai haid
  • Setelah selesai nifas (darah setelah melahirkan)
  • Setelah melahirkan (meski tidak haid)
  • Orang kafir yang baru masuk Islam

Niat Mandi Wajib

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla lirof'il hadatsil akbari fardhon lillahi ta'ala

Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar, wajib karena Allah Ta'ala

Tata Cara Mandi Wajib yang Sempurna

  1. 1.Niatkan dalam hati mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar
  2. 2.Cuci kedua tangan 3 kali
  3. 3.Basuh kemaluan dan bersihkan dari kotoran
  4. 4.Berwudhu secara sempurna seperti wudhu untuk sholat
  5. 5.Siramkan air ke atas kepala sebanyak 3 kali sambil membasahi pangkal rambut
  6. 6.Siramkan air ke seluruh tubuh mulai dari kanan lalu kiri — pastikan semua kulit terkena air termasuk lipatan ketiak, sela-sela jari, dan belakang telinga
  7. 7.Selesai — tubuh kini suci dari hadas besar

Apakah Wajib Mengurai Rambut?

Untuk laki-laki wajib membasahi pangkal rambut hingga ke kulit kepala. Untuk perempuan, jika rambutnya dikepang tidak wajib mengurai — cukup membasahi pangkal rambut dan seluruh rambutnya terkena air.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Bolehkah mandi wajib sekaligus mandi biasa?

Boleh. Niatkan mandi wajib, maka secara otomatis kebersihan tubuh juga tercapai dalam satu mandi sekaligus.

Bagaimana jika tidak ada air? Apakah bisa tayammum?

Ya, jika tidak ada air atau ada uzur yang menghalangi memakai air (sakit yang tidak boleh terkena air), maka boleh tayammum sebagai pengganti mandi wajib.