Kalender Hijriah — 12 Bulan Islam dan Keistimewaan Masing-Masing
Tahun Hijriah berbeda dari tahun Masehi — 12 bulan penuh makna dan beberapa memiliki keistimewaan ibadah khusus. Kenali semua 12 bulan Islam dan amalannya.
Kalender Hijriah adalah kalender Islam yang dihitung berdasarkan peredaran bulan (lunar). Satu tahun Hijriah = 354 hari, lebih pendek 11 hari dari tahun Masehi. Dinamai "Hijriah" karena dimulai dari peristiwa hijrah Nabi dari Mekah ke Madinah.
12 Bulan Hijriah dan Keistimewaannya
- 1.Muharram — bulan haram, banyak puasa sunnah terutama Asyura (10 Muharram)
- 2.Safar — tidak ada keistimewaan khusus, tapi tetap bulan yang penuh berkah
- 3.Rabi'ul Awwal — bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, disambut penuh suka cita
- 4.Rabi'ul Akhir — perbanyak shalawat Nabi
- 5.Jumadil Awwal — bulan yang mulia
- 6.Jumadil Akhir — bulan persiapan menuju Rajab-Sya'ban-Ramadan
- 7.Rajab — salah satu bulan haram, peristiwa Isra Mi'raj (27 Rajab)
- 8.Sya'ban — bulan persiapan Ramadan, malam Nisfu Sya'ban
- 9.Ramadan — bulan Al-Quran, puasa wajib, dan Lailatul Qadr
- 10.Syawal — bulan kemenangan, Idul Fitri, dan 6 hari puasa Syawal
- 11.Dzulqa'dah — bulan haram, musim haji
- 12.Dzulhijjah — bulan haji, Idul Adha (10 Dzulhijjah), dan 10 hari terbaik
Empat Bulan Haram dalam Islam
Allah menetapkan 4 bulan haram (suci) di mana dilarang berperang dan dianjurkan memperbanyak ibadah: Muharram, Rajab, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Bagaimana cara mengetahui tanggal Hijriah hari ini?
Bisa melalui aplikasi kalender Islam, website konversi tanggal, atau kalender cetak yang mencantumkan tanggal Hijriah dan Masehi sekaligus.
Jadwal sholat di kota Anda
Waktu Subuh hingga Isya hari ini untuk ratusan kota dan kabupaten — dari data Kemenag RI.
Artikel Lainnya
Komunitas
Remaja Masjid — Generasi Muda Penggerak Kebaikan di Kampung
Komunitas
Belajar dari Masjid Jogokariyan — Masjid dengan Filosofi "Saldo Infaq Nol Rupiah"
Komunitas
Gerakan Jumat Berkah — Saat Masjid-Masjid Indonesia Berbagi Nasi untuk Sesama
Komunitas
Masjid Pesisir Penjaga Laut — Ketika Dakwah Bertemu Pelestarian Alam