---
title: Metode dan sumber jadwal sholat
updated: 2026-09-08
canonical: https://jadwalsholatindonesia.com/metode-perhitungan/
---

# Metode dan sumber jadwal sholat

Jadwal diambil melalui API myQuran, layanan pihak ketiga yang menyebut Bimas Islam Kementerian Agama RI sebagai sumber. Situs ini independen, bukan situs resmi Kemenag. Angka jadwal tidak dihitung ulang dan tidak diberi koreksi tambahan oleh situs ini.

Satu jadwal bulanan dipilih berdasarkan ID kota. Baris harian harus cocok dengan tanggal lokal kota. WIB = UTC+7, WITA = UTC+8, WIT = UTC+9. Pemeriksaan otomatis meliputi ID kota, jumlah hari, urutan tanggal, format waktu, serta urutan Imsak sampai Isya. Kegagalan pemeriksaan menghentikan pembangunan situs. Pemeriksaan konsistensi bukan verifikasi astronomis tiap lokasi.

Hitung mundur memakai lima sholat wajib. Setelah Isya, Subuh berikutnya memakai jadwal besok. Hitung mundur dihentikan saat tanggal halaman sudah lewat. Pembaruan bergantung pada pembangunan ulang dan ketersediaan sumber. Periksa tanggal sebelum mengutip.

Imsak adalah pengingat sebelum Subuh. Awal puasa tetap Subuh. Terbit menandai akhir waktu Subuh. Maghrib menandai waktu berbuka. Jam iqamah ditentukan masjid. Tanggal Hijriah dari kalender perangkat lunak bersifat perkiraan, bukan penetapan hari raya.

## Rujukan
- myQuran: https://api.myquran.com/
- Bimas Islam Kemenag: https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalshalat
- Kriteria Subuh Kemenag: https://sulsel2020.kemenag.go.id/berita/berita-wilayah/kriteria-waktu-subuh-20-derajat-benar-secara-fikih-dan-sains
- Halaman lengkap: https://jadwalsholatindonesia.com/metode-perhitungan/
